✨ Cahaya Ramadhan di Pondok Pesantren Arrahman
Adzan Subuh menggema lembut di Pondok Pesantren Arrahman. Udara pagi masih dingin ketika Reza terbangun dari tidurnya. Dengan mata yang masih mengantuk, ia segera berwudu dan berjalan menuju masjid bersama para santri lainnya. Ramadhan di pondok selalu terasa berbeda—lebih tenang, lebih bermakna.
Setelah salat Subuh berjamaah, para santri duduk rapi mendengarkan tausiyah dari Kiyai Mohammad Muhsan. Suaranya tenang namun penuh nasihat. Ia mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan kejujuran. Reza mengangguk pelan. Ia tahu, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri.
Siang hari di pondok terasa panjang. Matahari terik, perut mulai terasa lapar, dan tenggorokan kering. Namun, Reza dan teman-temannya tetap mengikuti pelajaran dengan semangat. Sesekali mereka saling tersenyum, saling menyemangati agar tetap kuat menjalani puasa. Di pondok, kebersamaan membuat semua terasa lebih ringan.
Menjelang sore, suasana pondok menjadi lebih hidup. Beberapa santri membantu di dapur, menyiapkan hidangan berbuka. Ada yang memotong sayur, ada yang menyusun piring, dan ada pula yang membagikan takjil. Reza ikut membantu sambil menahan rasa lapar yang semakin terasa.
Saat adzan Magrib berkumandang, seluruh santri duduk rapi dengan penuh syukur. Seteguk air dan sebutir kurma terasa begitu nikmat. Ahmad tersenyum bahagia. Bukan karena makanannya, tetapi karena kebersamaan dan rasa syukur yang memenuhi hatinya.
Malam hari di Pondok Pesantren Arrahman semakin khusyuk. Salat Tarawih dilakukan berjamaah, diikuti tadarus Al-Qur’an hingga larut Malam. Di bawah cahaya lampu masjid, Reza merasa hatinya tenang. Ia menyadari bahwa Ramadhan di pondok bukan sekadar rutinitas, melainkan perjalanan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Di sanalah, di Pondok Pesantren Arrahman, Reza belajar bahwa puasa adalah cahaya - cahaya yang menerangi hati, menguatkan iman, dan menumbuhkan rasa persaudaraan.
🎑
Tamat Lah Sudah Cerita Ini
Terima kasih sudah Membacanya
😊

Tidak ada komentar:
Posting Komentar